Dari Pati berbintang tiga ada nama Komjen (Pol) Badroddin Haiti, yang kini menjabat Wakapolri berasal dari angkatan 1982. Bahkan dari bintang dua, Irjen Pol. Drs. Unggung Cahyono yang masih menjabat Kapolda Metro Jaya pun disebut berpeluang menjadi Kapolri kalau diinginkan oleh Presiden seperti halnya Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo.
"Akan tetapi Presiden kelihatannya belum berniat hendak mengganti Kapolri dalam waktu dekat ini. Saya belum melihat tanda-tanda ke arah itu. Kapolri Sutarman pun mengakui bahwa Presiden belum memberikan petunjuk tentang penggantian Kapolri," kata anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat, kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (9/1).
Mungkin saja Presiden masih mengevaluasi calon-calon yang sering disebut namanya di media massa media. Di samping itu masa tugas Sutarman sebagai Kapolri sebenarnya masih 10 bulan lagi sehingga hal ini tentu ikut jadi pertimbangan.
Namun di luar alasan itu semua, ujar Martin, satu hal yang perlu hati-hati dipertimbangkan oleh Presiden adalah dukungan Komisi III DPR terhadap calon Kapolri yang akan diajukannya. Sebab, kalau Komisi III menolak calon Kapolri yang diajukan Presiden, berarti sia-sia usaha Presiden mencari calon Kapolri yamg mumpuni seperti yang diharapkannya.
Bila Presiden harus mengajukan calon lain, bisa-bisa proses pergantiannya akan memakan waktu lama. Sebab proses pergantian Kapolri tidak sama dengan proses penggantian KSAD, KSAL dan KSAU.
"Meski demikian, siapapun dan kapanpun calon Kapolri yang baru itu akan diajukan oleh Presiden, kita harapkan figurnya nanti adalah orang yang dapat memimpin organisasi Kepolisian ini dengan baik dan yang dapat meneruskan reformasi di tubuh kepolisian ini ke depan," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: