Diragukan, Kemampuan Dwi Soetjipto Berantas Mafia Migas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 30 November 2014, 17:41 WIB
Diragukan, Kemampuan Dwi Soetjipto Berantas Mafia Migas
Dwi Soetjipto/net
rmol news logo Penunjukan Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama PT. Pertamina menyisakan polemik di tengah masyarakat. Sejumlah pihak bereaksi dengan kemampuannya memimpin perusahaan pengelola migas di Indonesia tersebut.

Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo memaklumi jika banyak penolakan terhadap Dwi menjadi Dirut Pertamina. Mengingat, dia bukan orang yang ahli di bidang migas. Proses seleksinya pun cenderung tertutup dan syarat kepentingan kelompok tertentu.

"Bisnis migas memiliki spesifik, apalagi kondisi energi kita lagi carut marut, produksi minyak drop, global bond Pertamina sudah di ambang bahaya," bebernya dalam diskusi bertajuk 'Prospek Migas Nasional di Bawah Direksi Baru Pertamina' di restoran Dapur Selera, Tebet, Jakarta (Minggu, 30/11).

Karyono pun menduga terdapat kepentingan trah Soemarno di balik penunjukan Dirut Pertamina. Hal ini dapat dilihat dari proses seleksi yang mengabaikan spirit tata kelola yang baik dan bersih dengan tidak melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebagaimana yang menjadi spirit pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Yang harus diuji atau dilhat dari aspek korupsinya tidak hanya menteri, tapi juga seluruh jajaran eselon satu sampai empat yang harusnya melibatkan PPATK dan KPK," jelasnya.

Lebih jauh, Karyono juga mengakui jika dikatakan bahwa Dwi Soetjipto dianggap belum mampu memberantas mafia migas dalam tubuh Pertamina.

Hal ini terlihat dari banyaknya protes dari serikat pekerja PT. Semen Indonesia soal transparansi keuangan persero di kala Dwi mempimpin perusahaan itu sebelumnya.

"Upaya Memberhentikan direksi lama mungkin menutup mafia migas itu adalah spirit bagus, tetapi yang ditakutkan adalah kalau spirit itu hanya untuk menggantikan pemain lama menjadi pemain baru," imbuhnya.

"Jika itu terjadi maka kebijakan migas nasional di bawah direksi baru Pertamina tidak akan membawa perubahan signifikan alias sami mawon dengan kondisi sebelumnya," demikian Karyono.

Diketahui, pada Jumat (28/11) lusa lalu, Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Dwi Soetjipto sebagai Dirut Pertamina. Dia dibantu tiga direksi yaitu Yenni Handayani (Pv Gas and Power), Ahmad Bambang (Direktur Pertamina PT. Trans Continental), dan Arif Budiman (Mackenzie Stuart Oli and Gas). Rini juga memangkas jajaran direksi Pertamina dari sembilan menjadi tiga dengan alasan efisiensi kerja.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA