"Bagi kami dalam KMP tidak masalah kalau mengikuti alur pikiran KIH yang mengulur-ulur waktu
. Toh, kalau begitu terus, kan pemerintahan Jokowi bisa macet, anggaran akan terbengkalai pembahasannya," kata anggota Fraksi Golkar Bambang Soesatyo, di DPR, Selasa (4/11).
Dia menegaskan, kisruh di DPR dikarenakan KIH tidak siap menerima kekalahan dan bukan karena persoalan KMP serakah seperti yang digembar-gemborkan selama ini. Justru sebaliknya, terbelahnya DPR karena dipicu rencana Presiden Joko Widodo yang ingin membentuk kabinet ramping.
"Bukan karena kita serakah. Partai yang kalah berkelompok menjadi KMP, dan karena lebih banyak dari KIH, maka bisa menang di DPR. Ini demokrasi yang sangat
fair," katanya.
Bambang menegaskan, kemenangan KMP menyapu bersih posisi-posisi penting di parlemen karena kepiawaian mereka mengatur strategis. Seperti saat pertarungan merebut kursi pimpinan MPR.
"Kita hampir kalah di atas kertas karena DPD dan PPP kesana, tapi kita ganti strategi, kita naikkan E.E Mangindaan dan bisa, jadi jangan cengenglah, ini menyangkut kepiawaian kita atur strategi," ujar Bamsoet, sapaan politisi Golkar ini.
Ia pun menyayangkan rencana pimpinan DPR membentuk komisi baru untuk mengakomodir pihak KIH.
"Harusnya tidak usah, cukup 11 komisi. Kalau memberikan kursi itu 'kan transaksional, itu 'kan suap," katanya.
Menurut dia, seharusnya pihak KIH tidak mencari pelarian di DPR. Tidak terpilih jadi menteri tidak seharusnya diluapkan di DPR.
"Minta
dong ke Jokowi, 'kan bisa mendapat posisi komisaris atau direksi di BUMN," ujarnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: