Seorang pemimpin senior Hamas, Fathi Hammad, menyeru kapda warga Palestina agar tidak tinggal diam atas pelanggaran Israel yang sedang berlangsung di Masjidil Aqsa.
"Perlawanan bersenjata (Israel) telah membangkitkan kembali kontak senjata (Palestina). Tinggal menunggu saat untuk menghancurkan negara pendudukan dan membebaskan Yerusalem," kecam Hammad seperti dikutip
AFP (Sabtu, 1/11).
Hammad juga memperingatkan ancamannya itu akan segera dilancarkan jika langkah-langkah Israel terhadap Masjidil Aqsa terus terjadi.
Pernyataan Hammad seakan meneguhkan apa yang sempat terlontar dari Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas yang menggambarkan penutupan Masjidil Aqsa sama saja dengan deklarasi perang oleh Israel.
Pemerintah Israel menutup semua akses ke Masjidil Aqsa setelah terjadi insiden penembakan atas Yehuda Glick, seorang aktivis keagamaan yang memimpin kampanye Yahudi untuk diizinkan berdoa di area Masjid suci tersebut, yang kaum Yahudi sebut sebagai Temple Mount.
Glick (48) ditembak saat ia meninggalkan sebuah konferensi di Yerusalem pada Rabu (29/10). Seorang warga Palestina yang diduga sebagai pelaku penembakan ditembak mati oleh pasukan Israel sehari setelahnya (Kamis, 30/10) sehingga memicu baku tembak.
[ian]
BERITA TERKAIT: