Dalam rilis bersamanya, Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Antonius Iwan Dwi Laksono dan Ketua Umum Komite Rakyat Nasional (Kornas) Abdul Havid Permana, menyatakan masih percaya terhadap Presiden Joko Widodo yang telah memilih dan melantik para pembantunya. Mereka diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan Republik Indonesia sesuai dengan pedoman TriMisi (bersih dari korupsi, pro kedaulatan dan kemandirian, serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia).
Mereka menyadari, di media massa dan media sosial, beberapa menteri mempunyai catatan buruk. Misalnya, Rini M. Soemarno pernah diperiksa KPK pada Juni 2013 karena dianggap mengetahui seputar proses pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) beberapa obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Arief Yahya saat menjabat Dirut PT Telkom pernah menjual anak perusahaan Telkom, yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) ke TBIG (punya WS Trenggono). Arief menjadikan BUMN itu kehilangan kendali terhadap Mitratel sebab perjanjian penjualan tersebut disertai persetujuan Telkom untuk melepas kendali manajemen penuh kepada TBIG.
"Ini menjadi catatan bagi kami semoga di masa mendatang tidak akan terjadi lagi. Hal ini tidak menjadikan kami menyurutkan langkah untuk mundur atau tidak mendukung Presiden Joko Widodo lagi, malah membuat semakin bersemangat untuk mengusulkan daftar inventaris program (DIP) kerakyatan," ujarnya.
Dalam berjalannya Kabinet Kerja, mereka berharap Joko Widodo dan Jusuf Kalla tetap mempunyai jiwa Trisakti dan menjalankan Nawa Cita.
[ald]
BERITA TERKAIT: