Psikolog politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan, Trisakti di sini berbeda dengan Trisakti Bung Karno mengenai kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian sosial budaya. Trisakti versi Hamdi adalah tiga kesaktian dan keunggulan yang wajib dimiliki menteri-menteri Jokowi di kabinetnya.
"Sakti yang pertama adalah sakti melawan parlemen. Artinya menteri punya kapabilitas sehingga tidak mudah diremehkan parlemen," jelasnya usai peluncuran buku 'Solusi Jokowi' di hotel Borobudur, Jakarta (Jumat, 16/10).
Kedua, lanjut Hamdi, adalah sakti melawan rakyat. Yakni, menteri harus dekat dengan rakyat dan mengerti keinginan publik. Bukan kemudian justru berkonfrontasi dengan rakyat.
"Jangan seperti menteri-menteri yang lalu, yang pernah di-bully di media massa oleh masyarakat," bebernya.
Sedangkan, kesaktian ketiga adalah sakti berhadapan ke dalam. Pasalnya, dinamika koalisi partai pendukung acapkali berpotensi menganggu menteri. Maka dari itu, menteri harus kuat dan disegani oleh partai, baik partai pengusungnya maupun antar partai koalisi.
"Bisa tidak menteri tegas bersikap
say no to kroni-kroni," imbuh Hamdi.
[why]
BERITA TERKAIT: