Menurut pengamat politik dari IndoStrategi Andar Nubowo pemanggilan ini akan menjadi blunder bagi Jokowi. Pasalnya, Jokowi selama ini telah diidentikan sebagai pemimpin revolusioner pro rakyat, sedang pemanggilan Sri Mulyani akan mengugurkan citra tersebut dan mengesankan Jokowi dekat dengan agen kapitalis. Apalagi secara politik, Sri Mulyani juga pernah disangkutpautkan dengan kasus megaskandal Century yang selama ini belum tuntas.
"Apa bedanya Jokowi dengan presiden sebelumnya, jika SMI yang dipilih pegang posisi kementerian perekonomian?" ujar Andar saat dihubungi
RMOL (Minggu, 12/11).
Lebih dari itu, blunder ini akan menjadi amunisi bagi kelompok oposisi untuk menembak Jokowi sebagai antek asing atau presiden boneka. Untuk itu, Andar menyarankan agar Jokowi memilih calon menteri ekonomi yang konsisten dengan ekonomi kerakyatan, Pancasila dan falsafah ekonomi Trisakti.
"Daripada SMI lebih baik pilih Rizal Ramli, Sri Adingsih, Revtisond Baswir, Iman Sugema, Hendri Saparni dan sebagainya yang konsisten dengan ekonomi kerakyatan," saran dosen FISIP UIN Jakarta itu.
"Kita harap Jokowi tidak membuat labirin politiknya sendiri, sebab nanti dia bisa terjebak di dalamnya dan tidak bisa keluar dari labirin buatannya. Rakyat itu memang diam, tetapi mencatat," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: