Demikian disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait.
Karena itu, ungkap Maruarar, butuh konsistensi dalam memegang teguh prinsip ideologi serta konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat sehingga bisa terus dipercaya publik.
"Jadi mempertahankan itu lebih sulit dari merebut. Kuncinya harus ada konsistensi itu tadi," kata Maruarar kepada
Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Minggu, 21/9).
Maruarar pun mengartikulasikan konsistensi ini dalam konteks pemerintahan ke depan. Presiden Jokowi misalnya, harus benar-benar antikorupsi dan terus-menerus memperjuangkan eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di saat yang sama harus juga membuktikan program yang menyentuh langsung rakyat seperti Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar.
"Kuncinya konsistensi berdasarkan ideologi dan aspirasi rakyat tak boleh berubah, itu kuncinya sebagaimana diputuskan dalam Rakernas IV di Semarang," tegas Ara, begitu putra politisi senior PDIP, Sabam Sirait, itu disapa.
Ara menambahkan dan mengingatkan kembali pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa partai ini harus berubah dari partai yang berada di luar pemerintahan menjadi
the ruling party. Megawati juga melontarkan gagasan bahwa PDI Perjuangan harus bisa menjadi partai yang mempengaruhi jalannya pemerintahan hingga setidaknya usia 100 tahun RI, atau hingga 2045.
[wid]
BERITA TERKAIT: