Pandangan itu disampaikan politisi muda Partai Golkar yang pernah menjabat Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar, Indra J. Piliang, lewat akun twitter pribadinya @IndraJPiliang, sesaat lalu.
"Buat apa Golkar perlu berkawan-kawan ke luar, apabila pecah di dalam? Jauh lebih baik konsolidasi maksimal ke dalam saja. Lebih berdampak," demikian salah satu kutipannya.Menurutnya, sikap pura-pura besar di luar, tetapi ringkih di dalam justru merugikan kepentingan jangka menengah dan panjang Partai Golkar.
Dia juga mengingatkan, soliditas Partai Golkar lebih kuat apabila memimpin "oposisi" minimalis. Akan lucu kalau oposisi pemerintah adalah oposisi yang bongsor.
Seperti diketahui, sampai saat ini Golkar masih bertahan di Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta di Pilpres lalu, meski beberapa partai sudah menunjukkan gelagat menyeberang masuk koalisi pendukung Jokowi-JK.
"Koalisi cebol yang bakal dipimpin oleh Partai Golkar ini, mengingat minggatnya PPP, Demokrat dan PAN, bakal lebih berdampak politik ke depan. Dengan koalisi minimalis dan cebol, Partai Golkar lebih punya peluang memenangkan Pemilu 2019. Juga punya peluang lahirkan Capres 2019," terangnya.
"Jadi, supaya lebih punya sandaran historis, sebut saja koalisi yang dipimpin Partai Golkar sebagai Koalisi David (Daud). Dia kan menang lawan Goliath," tambah Indra.
Malah, menurut dia, akan lebih baik apabila Golkar bersikap oposisi sendirian.
"Masing-masing partai akan mencalonkan Capres-Cawapres sendiri (pada 2019). Sulit melihat koalisi partai dalam Pilpres 2019. Soalnya serentak dengan Pileg," demikian Indra.
[ald]
BERITA TERKAIT: