
Presiden SBY diminta tak boleh menutup mata atas carut marut Pemilihan Legislatif 2014 lalu, termasuk adanyna daftar pemilih tetap (DPT) ganda hingga belasan juta pemilih di semua tingkatan parlemen daerah.
"Yang lucunya kemudian dipercayakan untuk memilih kepala daerah secara elitis," terang Direktuf Eksekutif Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habsyi dalam keterangan tertulisnya kepada
Rakyat Merdeka Online, Minggu (14/9).
Jika SBY tak bersikap atas berbagai persoalan yang muncul itu dan membiarkan haluan demokrasi mundur ke zaman lalu, menurut Fahmi, sebaiknya SBY melupakan mimpi menjadi Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena pastinya, dunia internasional pun akan meminta pendapat rakyat Indonesia kelayakan mantan presidennya memimpin PBB.
" Kita berharap SBY dapat menjadi Sekjen PBB karena itu jangan kegagalan besannya menjadi wapres (Hatta Rajasa) membuat pak SBY ikut-ikutan pundung dan kehilangan kemaqomannya di mata internasional," kata Fahmi seraya mengutip pernyataan mantan presiden Amerika Serikat, Franklin.D.Roosevelt agar menjadi bahan renungan SBY
"
Let us never forget that government is ourselves and not an alien power over us. The ultimate rulers of our democracy are not a President and senators and congressmen and government officials, but the voters of this country," kutipnya
.[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: