"Saat ini PDIP dalam posisi dilema," ujar Sekjen DPP PPP, M Romahurmuziy dalam wawancara di
Tv One sesaat lalu, Rabu (3/9).
Jelas Ketua Komisi IV DPR ini, saat menjadi oposisi, PDIP paling getol menolak kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.
"Tapi saat fiskal menunjukkan penurunan, PDIP dilema," kata Romahurmuziy.
Sebelumnya, Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah mempertanyakan sikap Jokowi-JK yang tidak memiliki kreativitas dalam menyiasati ruang fiskal tanpa mencabut subsidi. "Katanya mau revolusi mental tapi kok mengatasi persoalan fiskal harus cabut subsidi BBM," sindir Fahri.
Seperti diketahui, Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-JK memastikan akan tetap menaikan harga BBM meski akan adanya isu penjegalan dari anggota DPR. "Sudah pasti akan kami naikan, walaupun nanti akan banyak penentangan. Toh ini semua demi kepentingan masyarakat juga," kata JK Minggu kemarin.
Kenaikan harga itu dilakukan guna mengantisipasi kebocoran anggaran APBN dalam menjalankan program subsidi silang bagi masyarakat miskin yang tidak tepat sasaran. JK mengatakan, ketetapan kenaikan harga BBM jalan satu-satunya yang terbaik agar defisit anggaran bisa ditekan dan dialihkan ke sektor yang lebih berguna. Selain itu, juga untuk mendidik masyarakat ekonomi menengah keatas agar mengetahui aturan peruntukan subsidi tersebut sesuai dengan program yang dilakukan pemerintah dalam membantu mengentaskan kemiskinan.
[rus]
BERITA TERKAIT: