Demikian disampaikan pengamat politik Jajat Nurjaman dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi sesaat lalu, Selasa (12/8).
Menurut dia, pengguna DPKTb dalam Pilpres 2014 yang jumlahnya cukup mencolok jika tidak dapat diberikan alasan yang kuat, akan menjadi langkah awal dugaan kecurangan pilpres. Pasalnya, pengunaan pemilih DPKTb tentu harus melalui prosedur-prosedur yang sudah ditentukan sebelumnya.
"Kualitas demokrasi dapat diukur dari penyelenggaraan pemilu, bagaimana demokrasi akan lebih dewasa, apabila persoalan DPKTb saja bisa dijadikan salah satu modus untuk dilakukannya kecurangan," ungkap Jajat.
Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) ini menerangkan, pelaksanaan demokrasi yang terbilang baik karena terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dapat tercoreng jika ternyata dalam persidangan di MK terbukti ada berbagai dugaan kecurangan yang tidak hanya merugikan salah satu calon, tetapi sudah mencederai proses Demokrasi di Indonesia.
"Rakyat masih menunggu keputusan besar apa yang akan dikeluarkan para hakim agung di Mahkamah Konstitusi nantinya. Nasib Demokrasi bukan hanya dilihat dari prosesnya yang berjalan lancar. Namun, celah kecurangan yang terjadi dalam proses pelaksaan pun jangan dibiarkan berjalan lancar pula," demikian Jajat Nurjaman.
[rus]
BERITA TERKAIT: