GP Ansor: Akrobat Tunda Hasil Pilpres Bikin Frustasi Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 20 Juli 2014, 21:57 WIB
GP Ansor: Akrobat Tunda Hasil Pilpres Bikin Frustasi Rakyat
nusron wahid/net
rmol news logo   Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid meminta para elit politik di kubu pasangan Prabowo-Hatta untuk menempatkan diri sebagai negarawan yang legowo dan sadar diri akan konsekuensi sebuah kompetisi.  Bukan kemudian meminta penundaan penetapan hasil pilpres kepada KPU.

"Kok kesannya tidak siap kalah. Almarhum Gus Dur pernah menyebut katanya tokoh yang paling ikhlas. Buktikan dan jangan kecewakan Gus Dur dong," demikian Nusron di Jakarta, Minggu, (20/7).

Menurut Nusron, yang dipecat oleh Ketua Umum Partai Golkar karena memilih mendukung Jokowi-JK, saat ini rakyat sudah mencapai anti klimaks dan kulminasi atas drama politik yang dilakukan elit politik.

"Karena itu menunda-nunda rekapitulasi suara oleh KPU dengan dalih apapun merupakan kesengajaan untuk membunuh demokrasi. Ulah elit politik ini lama-lama membuat rakyat kehilangan harapan, frustasi dan bisa marah. Karena itu nggak usah main-mainlah kepada rakyat," tegas Nusron.

Nusron mengingatkan seharusnya elit politik itu sensitif dan sadar akan kehendak mayoritas rakyat, tidak usah menggunakan dalih dan argumentasi yang tidak rasional, yang pada ujungnya hanya menunda-nunda dengan sengaja.

"Ujung-ujungnya minta ditunda, karena masih mau coba bermain-main. Seharusnya sadar diri, bahwa zaman sudah berubah. Akrobasi politik itu sudah tidak dikehendaki rakyat," ujarnya.

Apalagi akrobat dengan menuntut pemilihan ulang di beberapa tempat yang tidak ada dasar UU-nya. "Kalau mau menuntut pemungutan suara ulang, apakah sudah sesuai dengan UU. UU-nya tidak memperbolehkan tuh," tambahnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA