"
Kok kesannya tidak siap kalah.
Almarhum Gus Dur pernah menyebut katanya tokoh yang paling ikhlas. Buktikan dan jangan kecewakan Gus Dur dong," demikian Nusron di Jakarta, Minggu, (20/7).
Menurut Nusron, yang dipecat oleh Ketua Umum Partai Golkar karena memilih mendukung Jokowi-JK, saat ini rakyat sudah mencapai anti klimaks dan kulminasi atas drama politik yang dilakukan elit politik.
"Karena itu menunda-nunda rekapitulasi suara oleh KPU dengan dalih apapun merupakan kesengajaan untuk membunuh demokrasi. Ulah elit politik ini lama-lama membuat rakyat kehilangan harapan, frustasi dan bisa marah. Karena itu
nggak usah main-mainlah kepada rakyat," tegas Nusron.
Nusron mengingatkan seharusnya elit politik itu sensitif dan sadar akan kehendak mayoritas rakyat, tidak usah menggunakan dalih dan argumentasi yang tidak rasional, yang pada ujungnya hanya menunda-nunda dengan sengaja.
"Ujung-ujungnya minta ditunda, karena masih mau coba bermain-main. Seharusnya sadar diri, bahwa zaman sudah berubah. Akrobasi politik itu sudah tidak dikehendaki rakyat," ujarnya.
Apalagi akrobat dengan menuntut pemilihan ulang di beberapa tempat yang tidak ada dasar UU-nya. "Kalau mau menuntut pemungutan suara ulang, apakah sudah sesuai dengan UU. UU-nya tidak memperbolehkan tuh," tambahnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: