Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah (Al Washliyah), Dr. Yusnar Yusuf kepada redaksi di Jakarta, Jumat (11/7).
Tidak hanya itu, pemimpin baru Indonesia nanti juga harus mau melibatkan berbagai elemen dan unsur kedaerahan. Dan tidak kalah penting, dalam memilih pembantunya presiden juga harus berorientasi kepada statistik kepulauan.
"Dominasi etnik dan Ormas tertentu sudah waktunya dihindari," kata Yusnar.
"Utamakan musyawarah mufakat dengan melibatkan semua elemen bangsa," pinta Ketum PB Al Washliyah itu.
Sebelumnya, Yusnar berharap, presiden terpilih agar memiliki program yang berorientasi pada pembangunan pendidikan, dakwah dan amal sosial. Ketiga program itu dirasa masih sangat penting dalam membangun bangsa Indonesia."Presiden terpilih pun diharapkan mampu bersikap tegas dalam menyelesaikan masalah bangsa dan negara," kata Yusnar.
Selanjutnya, presiden baru juga diharapkan mampu menyokong program Ormas Islam. Menurutnya, Al Washliyah yang lahir pada 1930 belum merasakan keberpihakan presiden selama ini terhadap peran Ormas Islam. Padahal sejak berdiri hingga sekarang Al Washliyah selalu membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan, dakwah dan amal sosial.
"Selama ini, khususnya Al Washliyah belum merasakan dukungan yang terprogram oleh presiden atau pemerintah," tegas Yusnar.
[rus]
BERITA TERKAIT: