Sebab selain Jokowi-JK tak punya beban masa lalu untuk mengatasi pangan, migas dan lingkungan, juga keduanya punya komitmen kuat untuk memberantas mafia impor pangan dan mafia migas.
Karena itu, kata ekonom dari Megawati Institute, Imam Sugema, debat nanti menjadi sangat penting untuk mengetahui solusi nyata terhadap masalah mafia impor yang juga menyangkut kepentingan bisnis besar dan pendanaan politik. Sebab selama mafia pangan dan migas belum bisa diberantas, maka keinginan agar Indonesia berdaulat di bidang pangan dan energi hanyalah mimpi.
"Persoalan pokoknya terletak pada kepentingan parpol atau orang parpol untuk melanggengkan mafia impor. Termasik membawa gerbong persoalan seperti berbagai kasus korupsi kakap yang belum selesai hingga kini,†kata Imam beberapa saat lalu (Jumat, 4/7).
Imam pun memastikan visi misi Jokowi di bidang pangan dan energi memiliki spirit berdaulat yang sangat besar.
"Di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, pangan dan energi akan menjadi skala prioritas terpengin untuk amempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat,†demikian Imam.
[wid]
BERITA TERKAIT: