Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman seperti dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (2/7).
Menurut Jajat, tidaklah benar bahwa jika Prabowo menang akan berpengaruh pada pasar valuta asing (valas) yang diakibatkan pelarian modal keluar negeri serta melorotnya kekuatan mata uang rupiah terhadap dolar AS. Pasalnya, siapapun yang mempunyai modal yang banyak dapat dengan mudah mempermainkan pasar valas tidak mesti menunggu siapa yang jadi presiden.
"Ketakukan yang berlebihan dari pihak asing merupakan sesuatu yang wajar, hal ini dilihat dari berbagai program Prabowo yang berani mengatakan akan menutup berbagai potensi kebocoran yang ada di Indonesia jika kelak terpilih menjadi Presiden. Pasar valas ini mudah dimanipulasi, apalagi jika lawan-lawan Prabowo memiliki uang tunai dalam jumlah yang sangat banyak, mudah bagi mereka membuat isu dengan kekuatan uang seperti itu," tegas Jajat.
Dalam masa kampanye seperti ini akan banyak isu negatif mengenai kedua kandidat calon presiden. Namun, dengan adanya isu ini masyarakat akan disadarkan siapa sebenarnya capres yang akan membawa negara ini lebih terhormat dimata bangsa asing.
"Sudah terbukti sekarang, pihak lawan dari Prabowo sedang kelimpungan, karena berbagai isu negatif yang dilemparkan tidak mempan, mereka harus mencari isu baru, salah satunya dengan menggunakan kekuatan uang dan menebar ketakutan di dalam dunia bisnis," tandas Jajat Nurjaman.
[rus]
BERITA TERKAIT: