"Pak Hatta pernah menjabat Menristek, jadi urusan SDM dan Iptek memang sudah ahlinya, disamping itu beliau juga alumni ITB," kata Ketua Umum Gerakan Indonesia Berkah (GIB) Fadli Nasution kepada redaksi, Senin (30/6). GIB adalah kumpulan aktivis dan politisi muda pendukung pasangan nomor urut 1 (satu) Prabowo-Hatta.
Sementara rival Hatta, Jusuf Kalla (JK), lanjut Fadli, adalah sosok yang berlatar belakang pengusaha. Jadi kalau ditanya soal SDM dan Iptek, barangkali JK masih perlu belajar lagi.
Fadli menilai visi misi pembangunan SDM dan Iptek pasangan Prabowo-Hatta jauh lebih nyata dan berbasis data. Hatta sudah berperan besar dalam pemerintahan sejak 10 tahun terakhir, begitu dilantik ia langsung bergerak, tinggal lanjutkan.
Lanjut Fadli, pembangunan SDM yang dibutuhkan rakyat Indonesia saat ini adalah menanamkan akhlaqul karimah atau budi pekerti yang baik kepada anak-anak sejak usia dini dalam lembaga pendidikan formal maupun non formal secara berjenjang bertingkat sebagai fondasi dasar. Bukan revolusi mental yang abstrak dan tidak aplikatif.
"Debat cawapres tadi malam, dilihat dari gaya dan konsep yang disampaikan Hatta Rajasa mirip dengan Bung Hatta. Insya Allah tidak lama lagi Prabowo-Hatta akan meneruskan perjuangan Bapak Proklamator RI Soekarno-Hatta dalam mengisi kemerdekaan," demikian Fadli.
[rus]
BERITA TERKAIT: