Demikian disampaikan Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy menyoal penolakan aktivis 98 terhadap pencapresan Prabowo. Mereka menuding mantan Danjen Kopassus TNI AD itu terlibat aksi penculikan aktivis pro demokrasi pada masa transisi kepemimpinan 1998 silam.
"Lebih banyak teman-teman 98 ke pak Prabowo. Itu kan mengatasnamakan saja," katanya di sela deklarasi dukungan Silaturahmi Alumni dan Aktivis Masjid Kampus se-Indonesia (Salam Indonesia) di hotel Sofyan, Menteng, Jakarta, Selasa (24/6).
Namun begitu, Tjatur tidak sepakat jika penolakan terhadap pencapresan Prabowo dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum. Serta tidak sesuai dengan kehidupan berdemokrasi.
"Kalau memang ada desakan untuk anti demokrasi itu tidak boleh. Bangsa kita ini paling demokrasi sedunia, Amerika saja tidak sedemokrasi kita. Tapi, kalau ada pemaksaaan kehendak itu tidak boleh," tegas Tjatur yang juga tim pemenangan Prabowo-Hatta.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: