DEBAT CAPRES

Jajat Nurjaman: Ide Jokowi Bodoh dan Berbahaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 23 Juni 2014, 01:30 WIB
Jajat Nurjaman: Ide Jokowi Bodoh dan Berbahaya
joko widodo/net
rmol news logo . Gagasan teknologi drone yang terus menerus disebut oleh calon presiden Joko Widodo saat debat capres Minggu malam, terasa janggal. Kejanggalannya adalah Indonesia tidak mempunyai satelit.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan teknologi drone akan berbahaya untuk Indonesia jika satelit kita menumpang kepada negara lain.

"Drone adalah teknologi tingkat tinggi yang mengharuskan sebuah negara mempunyai satelit sendiri, karena sebuah drone tidak akan efektif jika digantungkan kepada satelit negara lain. Bayangkan jika data yang didapat oleh drone Indonesia bisa dilihat oleh negara yang mempunyai satelit, bahkan mereka bisa saja menggunakan drone tersebut untuk menyerang Indonesia, mencuri data intelijen kita," kata dia kepada redaksi, Senin (23/6).

Jajat lebih lanjut menjelaskan, Jokowi harusnya pikir panjang sebelum mengusung sebuah teknologi, Jajat juga berkeyakinan langkah Prabowo Subianto mengangkat topik penjualan Indosat ke Singapura lalu Qatar, adalah karena ia mengetahui betapa berharganya satelit tersebut untuk Indonesia.

"Jika betul Jokowi ingin mewujudkan teknologi drone di Indonesia, ia harus tahu konsep drone secara detil, daripada kita konsentrasi membangun teknologi drone, lebih baik kita konsentrasi mengambil kembali Indosat, Prabowo terlihat mengerti betul tentang fenomena ini, ia layak mendapat apresiasi," tegas dia.

Jajat menambahkan, debat capres memang merupakan tempat bagi kedua kandidat untuk memaparkan ide dan konsep, namun yang terpenting adalah konsep yang ditawarkan harus realistis dan tidak boleh membohongi publik. Untuk apa membeli drone, kalau pada akhirnya justru akan melemahkan pertahanan Indonesia. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA