Oranye Survei Indonesia (OSI) merekam komposisi ormas pada swing voter sebanyak 45 persen berafiliasi kepada NU, 6 persen Muhammadiyah, 1 persen ormas lainnya dan 47 persen tidak berafiliasi dengan ormas apapun. Pada komposisi pemilih Jokowi-JK yang berafiliasi kepada NU mencapai 52 persen kemudian 3 persen Muhammadiyah dan 44 persen tidak berafiliasi, sedangkan pada komposisi pemilih Prabowo-Hatta yang berafiliasi kepada NU di posisi 41 persen, kemudian 11 persen Muhammadiyah dan 46 persen tidak berafiliasi dengan ormas apapun.
Masyarakat dengan pendapatan kurang dari Rp 500.000-Rp 1.000.000 menjadi bagian terbesar dari komposisi swing voter mencapai 62 persen, disusul oleh masyarakat dengan pendapatan sedang Rp 1.000.000-Rp 5.000.000 di kisaran 36 persen dan terakhir masyarakat dengan pendapatan tinggi di atas Rp 5.000.000 pada angka 2 persen.
Direktur Eksekutif OSI Agus Wahyudi menyatakan, kedua pasangan capres-cawapres harus mampu meyakinkan masyarakat di lapisan bawah yang pada dasarnya memiliki pendapatan rendah dengan program-program penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan sehingga mereka bisa hidup dengan lebih layak.
"Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta di sisa masa kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi dengan warga NU dan para Kiai NU langsung di basis-basis suara tradisionalnya," kata Agus Wahyudi dalam keterangannya, kemarin (Selasa, 18/6).
Sementara itu pada kelompok usia pemilih pemula (17-21 tahun) pasangan Prabowo-Hatta lebih unggul dengan 47 persen, sedangkan pasangan Jokowi-JK diposisi 24 persen dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 29 persen.
Pasangan Prabowo-Hatta juga unggul di kategori pendidikan pemilih. Pada pemilih dengan pendidikan tinggi minimal D1 atau lebih tinggi, pasangan ini mendapatkan 58 persen dukungan, Jokowi-JK 17 persen, belum tahu 11 persen dan tidak menjawab 14 persen. Pada pemilih dengan pendidikan dasar 12 tahun (SD-SLTA) pasangan Prabowo-Hatta juga memimpin dengan 41 persen, dan Jokowi-JK 30 persen. Sementara yang belum tahu 20 persen dan tidak menjawab 9 persen.
Survei OSI ini dilakukan pada tanggal 24 Mei-2 Juni 2014 dengan total sample yang tervalidasi sebanyak 1.414 tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,
margin error ± 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan sample menggunakan metode
multistage random sampling.
[rus]
BERITA TERKAIT: