Negosiasi Golf Ala JK Alasan Kuat Coblos Nomor 2

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 17 Juni 2014, 20:30 WIB
Negosiasi Golf Ala JK Alasan Kuat Coblos Nomor 2
jusuf kalla/net
rmol news logo . Sekitar 6 ratus orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Asosiasi Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Jawa Timur menyatakan siap mencoblos pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 9 Juli nanti.

Ketua Dewan Pembina APJATI Jawa Timur, Wilem Henfrim Elim Kusuma mengatakan punya alasan kuat mengapa mendukung Jokowi-JK di Pilpres 2014. Menurutnya, JK sudah terbukti berpengalaman menyelesaikan masalah TKI di luar negeri.

Dijelaskan Wilem, hal ini bermula 2004 lalu dimana Taiwan tiba-tiba menutup pengiriman TKI dari Indonesia. Padahal negara yang tidak diakui Tiongkok ini begitu familiar dengan TKI karena negara yang paling bagus dalam perlindungan TKI-nya.

"Saya ketemu Pak JK di Bandung katakan ada masalah karena Taiwan tidak tahu kenapa menutup. Sementara kita tak punya jalur birokrasi karena pasti (hubungan birokrasi Taiwan dengan Indonesia) akan mendapat protes keras dari Tiongkok. Jawaban JK nggak perlu lewat formal. Kita undang saja main golf di Singapura. Begitu jadi, ternyata Presiden Taiwan ke Bali," kata Wilem di Malang, Selasa (17/6).

Negosiasi golf ala JK, kata dia, ternyata ampuh karena Taiwan langsung membuka sampai 8 ratus ribu tenaga kerja padahal waktu itu kuota Taiwan untuk Indonesia cuma 2 ribu.

"Kita ingin penempatan TKI bukan solusi tapi hak kita dapatkan pekerjaan. Kalau dalam negeri tak ada (lapangan kerja), nah diluar kita pakai kesempatan ini untuk perbaiki nasib kehidupan keluarga kita," terangnya.

Karenanya Wilem bersama ratusan TKI lainnya sudah jatuh hati pada pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK  ini.

Sementara itu, Cawapres Jusuf Kalla mengapresiasi dukungan pahlawan devisa tersebut. Namun dia mengingatkan bekerja di luar negeri ada baiknya, ada juga sulitnya. Karenanya setiap TKI harus diberi pelatihan cukup dan memadai sebelum dikirim ke luar negeri.

"Kami tak mau warga kita kesulitan di luar negeri. Kita juga imbangi dengan perbaikan dalam negeri dengan industri manufacturing, pertanian, perkebunan dan industi lainnya yang lebih baik. Apabila ini seimbang kita tidak perlu kirim tenaga kerja keluar," kata JK.

JK juga sudah mewanti-wanti andaikata terpilih, pihaknya akan menghentikan pengiriman TKI ke negara yang tidak mampu melindungi TKI.

"Tapi yang lebih pokok perbaika ekonomi. Kita tak ingin suami pisah jauh dari istri juga anaknya. Insya Allah kita bisa perbaki lebih jauh. Di daerah yang tidak baik kita berhentikan dari image tidak baik itu. Jokowi-JK akan bekerja sebaik-baiknya untuk Anda," terangnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA