"Jelas beda, kelas capres dengan cagub. Kalau diadu begini kan jadi nggak sepadan," kata Ketua Umum Gerakan Indonesia Berkah (GIB), Fadli Nasution, Senin (16/6).
Ia menilai, visi ekonomi kerakyatan Prabowo-Hatta jauh lebih nyata. Apalagi Prabowo didampingi Hatta yang sudah berperan besar dalam pemerintahan sejak 10 tahun terakhir, begitu dilantik langsung bergerak, tinggal lanjutkan.
"Visi ekonomi kerakyatan Hatta itu sering disebut dengan Hattanomics, mirip-mirip dengan konsep ekonomi koperasinya Bung Hatta," imbuhnya.
Lanjut Fadli, ekonomi kerakyatan itu bukan sekedar blusukan ke pasar tradisional pada saat kampanye untuk pencitraan dan shooting iklan, apalagi dengan modal "kartu-kartu" saja. Tapi harus memberikan solusi yang nyata terhadap masa depan perekonomian rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata, seperti apa yang sudah dipaparkan secara gamblang oleh Prabowo dalam debat.
Ormas pendukung Prabowo-Hatta ini berharap, KPU mengadakan lagi debat serupa dan disiarkan di seluruh Tv nasional dan lokal, supaya lebih banyak rakyat yang menyaksikan, jadi tahu bagaimana sebenarnya visi misi capres yang diidolakannya.
"Nonton debat tadi malam, persis seperti kita nonton bola antara Belanda vs Spanyol kemarin, matador langsug KO 5-1," tutup Fadli.
[rus]
BERITA TERKAIT: