Jangan Sampai SBY Lakukan Pembohongan Publik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 04 Juni 2014, 13:20 WIB
Jangan Sampai SBY Lakukan Pembohongan Publik
presiden sby/net
rmol news logo . Presiden SBY diminta segera mendorong Panglima TNI dan Kapolri melakukan mutasi terhadap jenderal-jenderal yang terlibat dalam politik praktis tersebut. Dimana sebelumnya, SBY memberi sinyalemen bahwa ada perwira tinggi TNI-Polri yang berpihak kepada calon presiden tertentu.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, ada tiga dampak negatif yang muncul jika para jenderal bermain-main di wilayah politik praktis.

Pertama, akan sangat berat bagi tokoh-tokoh sipil untuk bersaing, mengingat para jenderal itu memiliki kekuatan militer dan senjata, yang semuanya tidak dalam tatanan demokrasi. Kedua, aksi para jenderal itu akan merusak reformasi TNI-Polri yang sudah dibangun dengan susah payah. Ketiga, dikhawatirkan akan terjadi benturan antara TNI dengan TNI, atau Polri dengan Polri atau TNI dengan Polri.

"Bukan mustahi, benturan ini akan menyulut konflik dan berbagai kerusuhan di masyarakat menjelang Pilpres 2014," kata Neta dalam rilisnya, Rabu (4/6).

Untuk itu, lanjut Neta, SBY harus mendorong dilakukan mutasi terhadap para jenderal yang terlibat. Namun persoalannya kemudian, apakah SBY berani. Sebab selama ini SBY dikenal sebagai figur peragu.

"Padahal jika SBY ragu-ragu, sang presiden bisa dituding hanya sebagi penyebar isu dan melakukan kebohongan publik," tandas Neta. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA