Demikian disampaiakan , tim sukses Prabowo-Hatta, Marwah Daud Ibrahim dalam diskusi bertajuk 'Perempuan Memantau Visi dan Misi Calon Presiden' yang digelar Forum Perempuan Pemantau Presiden di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Minggu (1/6). Pernyataan ini menanggapi pernyataan aktivis perempuan, Ita Fatia Nadia, yang mengatakan visi misi yang diusung Prabowo-Hatta sangat kental nuansa maskulin.
Selain itu, lanjut Marwah, dalam program-program pemerintahan yang akan dijalankan jika terpilih menjadi presiden, secara umum juga tidak sepenuhnya membatasi peran kaum perempuan, namun tetap memberikan porsi peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan, misalnya dalam program pembukaan lapangan kerja di pedesaan yang bisa diisi oleh laki-laki dan perempuan.
Sementara, terkait posisi Ibu Negara, Marwah mengatakan, tetap penting kehadirannya. Isu soal pentingnya sosok Ibu Negara memang menguat akhir-akhir ini di media massa.
“Perannya (Ibu Negara) penting. Tapi, kalau tidak ada itu tidak menggangu kegiatan-kegiatan kepresidenan. Di kenegaraan itu kan ada protokoler, artinya tidak menggangu perjalanan kegiatan kenegaraan,†ujar Marwah
Diskusi ini juga turut dihadiri politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari, Rieke Dyah Pitaloka, dan tim sukses capres Prabowo-Hatta, Marwah Daud Ibrahim.
[rus]
BERITA TERKAIT: