Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman mengatakan, dengan kondisi saat ini nama Menteri Perindustrian MS Hidayat sebagai panutan pemimpin yang dibutuhkan.
"Dia adalah contoh lengkap seorang pemimpin, karena mengawali karir sebagai wirausahawan dan akhirnya menduduki posisi sebagai regulator," katanya di Jakarta, Rabu (14/5).
menurut dia dengan pengalaman di birokrasi selama 5 tahun terakhir, ditambah kemampuan dalam melakukan koordinasi dan mencari solusi dari perbedaan pendapat, diharapkan bisa membantu Indonesia dalam memperkuat ekonomi nasional menghadapi pasar global. Apalagi program hilirisasi yang dia jalankan patut dicontoh dan dilanjutkan.
"Dia komplit lah untuk melihat semua permasalahan dari berbagai sudut pandang," imbuh Adhi.
Adhi mengatakan, pada tahun ini industri makanan dan minuman diperkirakan masih akan menghadapi sejumlah tantangan pada 2014. Mulai dari nilai tukar rupiah yang semakin terus melemah berdampak pada meningkatnya harga pokok produksi. Selain itu, kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) yang rata-rata mencapai 9-30% pada 2014. Kemudian kenaikan Tarif Dasar Listrik juga sudah di depan mata. Belum lagi, kenaikan BI Rate hingga 7,5% pada akhir 2013 menyebabkan naiknya suku bunga pinjaman.
Selain harus mampu bersaing dengan produk-produk lokal, UMKM dihadapkan pada membanjirnya produk impor ke pasar Indonesia.
Karena itulah kita butuh pemimpin yang sangat mendukung industri dalam negeri seperti MS Hidayat yang sudah terbukti nasionalisnya dan pro industri dalam negeri.
Ekonom CSIS Pande Raja Silalahi mengatakan, MS Hidayat layak dipertimbangkan PDIP untuk menjadi wakil presiden Jokowi dalam pencalonan wakil presiden di samping Jusuf Kalla. "Seorang pengusaha yang sekarang ini masuk ke pemerintahan, tentu telah memahami birokrasi dan cara memimpin negara," ujarnya.
Apalagi, kata Pande, posisi MS Hidayat juga sangat strategis dimana dia mengendalikan sektor industri yang menjadi poin penting dalam pemerintahan mendatang. "Saya pikir, Pak Hidayat patut dikedepankan sebagai calon alternatif cawapres," ujarnya.
Meski demikian, Pande memberi catatan bahwa MS Hidayat masih harus tampil lebih intens lagi, jika memang PDI Perjuangan memilihnya.
"Masih ada waktu sekitar 1,5 bulan untuk mempopulerkan Pak Hidayat. Dengan bantuan mesin partai Golkar dan jaringan di kalangan pengusaha, tentu akan mempercepat proses tersebut," ujarnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: