Erlangga Saputra, aktivis AMPL meyakini masyarakat juga harus diberikan solusi pemimpin alternatif, di luar dua nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Apalagi, rivalitas Jokowi dan Prabowo sudah mulai tidak sehat
"Jangan hanya diberikan dua nama saja, Jokowi dan Prabowo, harus ada solusi pemimpin lain. Bukannya kedua nama Capres itu tidak baik, hanya saja tak elok bagi demokrasi,'' kata Angga di acara 'Menggagas Calon Pemimpin Alternatif dalam Perspektif Generasi Muda' di caffe The Coffe Bandar Lampung, Senen siang (12/5).
Angga menyebut, Pilpres selama ini selalu diikuti minimal tiga pasangan. Sebaiknya ini terus berlangsung agar masyarakat diberikan beberapa nama sebagai pemimpin plus programnya. Tambah Angga, elit politik harusnya bisa mengetahui keinginan masyarakat yang berharap pada pemimpin alternatif.
Ditegaskan dia, melihat hasil dari lembaga survei beberapa minggu terakhir, Menteri BUMN Dahlan Iskan unggul dari 10 calon peserta Partai Demokrat lainnya. Pasalnya, pemenang konvensi ditentukan berdasarkan hasil survei publik.
"Kita mendukung Dahlan Iskan sebagai capres, karena pak Dahlan merajai berbagai survei dan elektabilitasnya juga unggul dari peserta konvensi lainnya. Wajar jika layak menjadi Capres hasil Konvensi Demokrat," katanya.
Angga menambahkan, Dahlan Iskan merupakan sosok yang
low profile dan dikenal dengan ide-ide spontanitasnya dalam menyikapi banyak hal, karena menteri BUMN ini, sambungnya, memiliki modal sosial dan politik paling banyak di antara peserta capres konvensi lainnya. Dahlan, kata Angga, punya prestasi yang luar biasa selama BUMN ditanganinya.
[rus]
BERITA TERKAIT: