PILPRES 2014

PDIP Menjilat Ludah Sendiri Bila Usung Jokowi-Sri Mulyani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 02 Mei 2014, 16:46 WIB
PDIP Menjilat Ludah Sendiri Bila Usung Jokowi-Sri Mulyani
rmol news logo PDI Perjuangan menjilat ludah sendiri bila memilih mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pendamping Jokowi di Pilpres nanti. Kabar gerakan menduetkan Jokowi dengan Sri Mulyani kian mengemuka jelang pendaftaran pasangan capres dan cawapres dilakukan pertengahan bulan ini.

"Sri Mulyani satu dari beberapa nama yang telah memaksa perekonomian kita menjadi liberal. Ini tentu sangat bertentangan dengan cita-cita PDIP yang anti neolib. Kalau akhirnya Jokowi diduetkan dengan Sri Mulyani, bisa dibilang PDIP menjilat ludah sendiri,"  kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND), Agus Priyanto, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Jumat, 2/5).

Selain itu, katanya, PDIP selama ini mendengung-dengungkan hadirnya pemimpin bersih sementara Sri Mulyani sosok yang sebaliknya. Sri Mulyani salah satunya terseret kasus bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara Rp 6,7 triliun. Sri Mulyani merupakan orang paling bertanggungjawab karena persoalan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik seperti yang sedang disidik KPK dikeluarkan oleh KSSK yang dipimpin oleh Sri Mulyani.

"Harusnya pilpres 2014 menjadi kesempatan bagi PDIP untuk membersihkan atau membalas citra buruk karena telah menjalankan kebijakan neolib selama Megawati menjadi presiden dulu," imbuh dia.

Lebih lanjut dikatakan dia, jika PDIP jadi menduetkan Jokowi dengan Sri Mulyani, maka PDIP telah mencederai harapan rakyat bagi munculnya figur alternatif. Figur alternatif yang diharapkan tentu adalah figur pro perubahan yang bisa mewujudkan ajaran Trisakti Bung Karno, seperti yang banyak dikampanyekan elit PDIP.  Trisakti Bung Karno adalah berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial-budaya.

"Sangat disayangkan bila Jokowi diduetkan dengan Sri Mulyani," demikian Agus.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA