SBY Bilang Isu Buruh Kerap Jadi Komoditi Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 28 April 2014, 15:07 WIB
SBY Bilang Isu Buruh Kerap Jadi Komoditi Politik
presiden sby/net
rmol news logo Ada dua alasan mengapa Presiden SBY setiap jelang Hari Buruh Sedunia 5 Mei selalu mendatangi perusahaan, melihat kondisi perusahaan dan mengetahui kondisi buruh.

Menurutnya, perusahan itu harus tumbuh, dan jangan lupa untuk memperhatikan tenaga kerja, bukan hanya upahnya tapi juga kesejahteraan karyawan secara menyeluruh.

"Ini kerap jadi isu sosial dan politik. Apalagi kalau para politisi ada yang menjadikannya komoditi politik," kata SBY saat meninjau PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk di kawasan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/4). Kepala Negara menyempatkan diri makan siang bersama direksi dan karyawan PT Indocement.

Selama memimpin Indonesia, pandangan SBY tetap sama, yakni tidak boleh dipisah antara berkembangnya perusahaan dengan meningkatnya kesejahteraan buruh. Perusahaan menggunakan tenaga terampil agar usaha tumbuh dengan baik, dan ketika bisnis tumbuh baik, maka perhatikan dan tingkatkan juga kesejahteraan buruhnya.

"Keduanya harus seimbang. Perusahaan bukan hanya meningkatkan daya saing tapi juga kesejahteraan karyawannya. Saya kira itu fair. Perlu dijaga harmoninya," tegas SBY.

Unjuk rasa, lanjut SBY, bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Penyelesaian terbaik adalah kedua pihak duduk bersama menyampaikan keinginannya.

"Pemerintah memberikan regulasi agar keduanya mendapat manfaat yang sebesar-besarnya," tandasnya seperti dilansir dari presidenri.go.id. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA