Begitu disampaikan Koordinator Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik (KUTIP) Hans Suta Widhya dalam keterangannya (Sabtu, 26/4).
"Ini sudah menabrak etika. Jika dibiarkan terus, maka LIPI sudah tidak sehat lagi. Seharusnya LIPI memiliki kode etik yang baik, dan bisa menertibkan oknum-oknum para pengamatnya yang partisan," katanya.
KUTIP, lanjut Hans, menyayangkan pernyataan-pernyataan oknum pengamat LIPI yang cenderung menyerang dan melakukan kampanye negatif kepada Prabowo. Mereka seharusnya bisa membedakan kapan berbicara dengan memakai baju tim sukses dan kapan berbicara mewakili LIPI.
"Jangan mereka anggota tim sukses capres tertentu tapi mengatasnamakan LIPI. Itu sangat tidak etis," sindir Hans.
Terkadang, masih lanjut Hans, oknum LIPI membuat tuduhan-tuduhan yang bisa me-misleading-kan informasi publik terkait Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut. Bagaimana pun juga, Prabowo Subianto itu memiliki pengikut yang besar. Terbukti dalam pileg Partai Gerindra menempati posisi tiga besar.
"Ini adalah faktual, bukan rekayasa. Jangan
lah LIPI menganiaya Capres Prabowo dengan pernyataan-pernyataan yang menjurus kampanye hitam," demikian Hans.
[ian]
BERITA TERKAIT: