"Tidak ada unsur politik dalam pembuatan soal UN 2014 Bahasa Indonesia yang memunculkan nama Pak Joko Widodo," kata dia lewat akun twitternya,
@Mohammad_Nuh_ sesaat lalu, Selasa (15/4).
Jelas Nuh, soal UN tersebut dibuat pada bulan Juli 2013, sebelum bursa capres beredar. "Soal UN tidak ada hubungannya dengan politik. Tapi kami tetap akan mempelajari apakah ada unsur kesengajaan," terangnya.
Nuh juga mengungkapkan, tidak semua peserta UN menerima yang ada nama Jokowi nya. Naskah soal itu, kata Nuh, hanya beredar di Indonesia bagian Barat.
"Dari 3,1 juta siswa peserta UN 2014, hanya 189 ribu siswa yang menerima soal Bahasa Indonesia dengan tokoh Jokowi," imbuhnya.
Ia menambahkan, sebenarnya banyak tokoh yang dimasukkan di dalam soal UN, termasuk W.S Rendra dan Iwan Fals. Tapi, ia janji pihaknya tetap mempelajari lebih dalam, dan kasus ini akan menjadi pelajaran penting bagi mereka agar tidak ada unsur yang dianggap mencurigakan ke depannya.
"Ke depan akan dicantumkan tokoh yang boleh dimasukkan di dalam soal UN," tandas Nuh.
[rus]
BERITA TERKAIT: