Pelesiran ARB dengan Duo Zalianty Turut Membuat Elektabilitasnya Kempes

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 31 Maret 2014, 14:41 WIB
Pelesiran ARB dengan Duo Zalianty Turut Membuat Elektabilitasnya Kempes
MARCELA-ARB/net
rmol news logo . Partai Golkar harus berani melakukan evaluasi terhadap pencapresan Aburizal Bakrie (ARB). Sebagai partai yang memiliki tagline, “Suara Golkar, Suara Rakyat” maka sejatinya Golkar harus mendengarkan suara dan persepi publik bahwa tingkat elektabilitas dan peluang ARB berlaga di Pilpres 2014 kian hari kian menipis lantaran tersandung oleh beragam faktor internal dan eksternal.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif  Pusat Kajian Pancasila, Hukum, Dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (Puskaphdem-Universitas Negeri Semarang), Arief Hidayat dalam rilisnya (Senin, 31/3).

Meski di antara tokoh Golkar, ARB masih terpopuler, namun soal elektabilitas atau tingkat keterpilihan ARB disalip oleh tokoh lain. Elektabilitas tokoh Partai Golkar dipimpin oleh Priyo Budi Santoso dengan 18.44 persen, selanjutnya berurutan M Jusuf Kalla 17.33 persen, Aburizal Bakrie 16.42 persen, Akbar Tanjung 11.74 persen, Agung Laksono 3.94 persen, dan Ade Komarudin 1.1 persen.

"Sementara undecided voters atau yang belum memutuskan pilihan 31 % persen," ujar Arief.

Untuk tingkat keterpopuleran, ARB meraih suara 91.28 persen, disusul berurutan M Jusuf Kalla 90.64 persen, Priyo Budi Santoso 87.43 persen, Akbar Tanjung 75.79 persen, Agung Laksono 38.8 persen, dan Ade Komarudin 16.69 persen.

Menurut Arief, melorotnya kepercayaan publik terhadap ARB disebabkan beragam faktor, seperti kasus Lapindo dan beredarnya video pelesiran ARB bersama artis duo Zalianty bersaudara, Marcela Zalianty dan Olivia Zalianty di Maldives. "Dalam pandangan masyarakat Indonesia yang masih Ketimuran maka video tersebut sangat multitafsir," terangnya.

Selain itu, elektabilitas ARB juga mendapatkan ancaman dari internal seperti dari Priyo Budi Santoso, M Jusuf Kalla dan Akbar Tanjung. Akrobat dan manuver Priyo berdampak signifikan terhadap performance dirinya di peta politik nasional.

Priyo menerima Walikota Surabaya Tri Rismaharini di DPR (21/02) mendapatkan porsi publikasi besar. Dilanjutkan dengan pertemuan Priyo dengan Dino Patti Djalal (3/03). Dan juga literature review penelitian INSIS 2013 bahwa Priyo adalah anggota DPR aspiratif.

Arief menambahkan, attacking strategy Akbar Tanjung terhadap evaluasi pencapresan ARB juga berpengaruh konstelasi di tubuh Golkar. Begitu juga citra M Jusuf Kalla terbilang konstan meskipun berada di luar struktur partai.

Survei Puskaphdem ini dilakukan pada 19 Februari sampai 28 Maret 2014 di 34 provinsi. Motode survei ini menggunakan multistage random sampling, dengan jumlah responden yang diambil sebanyak 1.090 responden. Tingkat tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin error plus minus 2,98 persen. Sementara pengambilan data dilakukan melalui teknik wawancara dengan bantuan kuesioner. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA