Pemuda Surabaya: Anak Muda Harus Logis dalam Memilih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 31 Maret 2014, 12:21 WIB
Pemuda Surabaya: Anak Muda Harus Logis dalam Memilih
foto:net
rmol news logo . Keikutsertaan anak muda pada pemilu legislatif 9 April nanti merupakan bentuk partisipasi politik yang dampaknya sangat positif bagi masyarakat.

Anak muda yang sebagian besar merupakan pemilih pemula dan belum ikut memilih pada pemilu 2009 tentu berperan besar pada distribusi suara di pemilu 2014. Mengingat jumlah warga berusia muda di Indonesia saat ini cukup besar dan bisa mengubah peta perpolitikan secara strategis.

Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Surabaya Youth Carnival (SYC) 2014, Rizky Herdiansyah dalam siaran persnya kepada redaksi, Senin (31/3).

“Para anggota dewan itu adalah wakil kita, anak muda harus aktif memilih dan menyampaikan aspirasi melalui orang yang tepat. Dengan memilih orang yang tepat, setidaknya kita mempersiapkan DPR yang diisi oleh orang-orang berkualitas dan tidak sekedar mengumbar janji. Perkembangan internet membuat kita lebih muda mencari tau rekam jejak calon yang akan kita pilih. Ini saatnya anak muda ikut memilih wakilnya dengan bijak!” ujarnya.

Khusus di Jawa Timur, kata Rizky, saat ini peta perpolitikan didominasi oleh tiga partai besar. Demokrat melalui Gubernur Jawa Timur, Sukarwo. Kemudian warga Nahyidin yang solid kepada PKB dan menunjukkan kekuatan mereka melalui enam juta suara untuk Khofifah pada Pilgub 2013 lalu. Terakhir tentu kita tidak lupa secara historis PDIP juga memiliki basis yang cukup baik.

"Tentu, kita harus membuat pilihan politik secara logis, tidak semata-mata karena historis dan intervensi pihak lain. Anak muda harusnya tidak mau suaranya dibeli dengan uang Rp 50 ribu atau berapapun,” tutur Rizky.

Sementara itu Wakil Ketua Pelaksana SYC 2014, Edwina Anandita menekankan harapannya agar banyak caleg perempuan yang terpilih pada pileg 2014.

“Saat ini perempuan telah memiliki kapasitas dan kualitas yang sangat baik, kita bisa lihat itu pada sosok Nurul Arifin, Rieke Pitaloka, bahkan Ibu Risma. Budaya patriarki merupakan sebuah isu besar di Indonesia, perempuan dianggap tidak setara dengan pria. Padahal saat ini kita harus fokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas bukan lagi memperdebatkan isu gender,” ungkapnya.

Surabaya Youth Carnival merupakan kegiatan kepemudaan independent dan not-for-profit yang diselenggarakan oleh pemuda Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengingkatkan kepedulian anak muda Surabaya tentang berbagai isu sosial di sekitarnya yang dikemas secara kreatif dengan konsep pop culture cenderung disukai oleh pemuda. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA