Gita Wirjawan: Konvensi Mulia untuk Bangsa, Bukan Pragmatis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 13 Maret 2014, 20:50 WIB
Gita Wirjawan: Konvensi Mulia untuk Bangsa, Bukan Pragmatis
rmol news logo Di tengah beragam sorotan berbagai pihak terhadap proses Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, kandidat Capres RI, Gita Wirjawan dengan tegas menyatakan, semangat konvensi mulia bagi demokrasi dan bukan sebuah langkah politik praktis yang bersifat pragmatis dalam mencari pemimpin bangsa.

"Konvensi benar-benar dimaksudkan untuk mencari figur pemimpin yang cerdas, tegas, bervisi dan santun. Ini merupakan terobosan bagi bangsa dan negara dimana kita merupakan demokrasi terbesar keempat dunia.  Atas dasar itu maka saya memberanikan diri," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/3/14).

Lebih jauh, Gita meyakini hasil konvensi akan beranjak dari semangat untuk menciptakan pemimpin berkualitas bagi masa depan bangsa."Saya melihat semangat nasionalisme yang tinggi dengan konvensi ini. Tidak didesain dalam kepentingan praktis dan pragmatis," kata Gita yakin.

Gita berharap semangat itu akan membuktikan bahwa proses mencari pemimpin yang digagas partai demokrat adalah bentuk demokrasi kepemimpinan yang membawa harapan."Rakyat mengikuti dan mencatat. Oleh karenanya kompetisi yang sehat wajib dijunjung tinggi  agar di mata rakyat, tidak saja memperlihatkan kompetensi, kapabilitas, rekam jejak tapi etika dan kesantunan," tandas Gita.

Mantan Menteri Perdagangan itu lantas merujuk pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di arena "debat bernegara" ke-7 di Bogor waktu lalu, dimana jelas disampaikan visi luhur partai untuk menghadirkan pemimpin bangsa yang berkualitas, mumpuni dan dicintai rakyat.

Gita sendiri tetap optimis bisa mengikuti tahapan konvensi dan berharap semua berjalan lancar dan sesuai harapan."Target saya memenangkan hati rakyat.  Itu saja tanpa perlu manuver kiri kanan apalagi menghalalkan segala cara. Mengalir saja," imbuhnya mengakhiri.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA