"Saya rasa nggak usah presiden cuti, toh dia kan setiap hari kampanye," sindir Menteri Perekonomian era Abdurrahman Wahid itu dengan menyeringai usai Debat Publik Capres RI Konvensi Rakyat 2014, di Balai Sudirman, Jakarta (Rabu, 12/3).
Ia menyebut pengajuan cuti Presiden SBY yang juga Ketua Umum Demokrat itu sebagai hal yang memalukan. Kata ekonom senior itu, SBY seharusnya melepas jabatan presiden jika memang ingin fokus mengembalikan citra dan elektabilitas Partai Demokrat.
"Bawaslu sebaiknya memberi pilihan; apa mau jadi presiden atau jadi ketua umum partai," ujarnya singkat.
Presiden SBY, melalui Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha mengumumkan akan mengambil cuti pada 17-18 Maret 2014 untuk berkampanye bersama Partai Demokrat. Saat ambil cuti itu, SBY akan berkoordinasi dengan Wapres Boediono dalam melaksanakan tugas negara.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: