Begitu disampaikan Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) Dr. Rizal Ramli saat diskusi di Universitas Bung Karno (UBH) Padang, Sumatera Barat, kemarn (Kamis, 16/1).
Jelas Tokoh Perubahan ini, popularitas bukanlah pijakan, pasalnya popularitas bisa direkayasa dengan berbagai cara. Beda dengan elektabilitas, memilih dengan elektabilitas adalah cara yang terukur, fakta dan bukan pencitraan.
Menurut Rizal yang akrab disapa RR1 ini, ada empat kriteria yang harus dimiliki seseorang agar bisa pemimpin, memiliki visi, berkarakter, berkompotensi dan popularitas.
Indonesia butuh pemimpin yang punya visi yang jelas, mau dibawa ke mana Indonesia ke depan. Pemimpin yang punya karakter atau berintegritas, mampu mengemban kepercayaan rakyat dengan amanah. Pemimpin yang berkompetensi tidak harus menguasai semuanya, tapi harus mengetahui hal mendasar.
"Semua kriteria ini tidak bisa direkayasa, kecuali popularitas. Memilih karena poluratitas pasti akan kecewa," ungkap Menko Perekonomian era Gus Dur ini.
"Indonesia tidak butuh pemimpin yang sekadar mengandalkan popularitas. Saya juga minta bangsa Indonesia belajar dari pengalaman sembilan tahun terakhir ini. Bagaimana pemimpin yang hanya bermodal popularitas ternyata tidak mampu memecahkan masalah, tapi malah justru menjadi sumber masalah itu sendiri," tambah peserta konvensi rakyat ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: