SBY Tolak Gelar Jenderal Besar dari TNI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 09 Januari 2014, 17:55 WIB
SBY Tolak Gelar Jenderal Besar dari TNI
sby/net
rmol news logo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak pemberian gelar penghargaan Jenderal Besar dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Presiden merasa penghargaan tersebut tidaklah perlu, karena apa yang dilakukan selama ini memang sudah merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan," kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, di Jakarta, Kamis (9/1)

Seperti dikutip dari situs resmi presidenri.go.id, dalam rapat pimpinan TNI-Polri siang tadi, Panglima TNI Moeldoko atas nama seluruh jajaran TNI mengatakan ingin memberikan penghargaan Jenderal Besar kepada Presiden SBY. TNI menilai SBY berjasa dalam meningkatkan kekuatan pertahanan, modernisasi alutsista, dan kebijakan-kebijakan lain demi kemajuan TNI.

Menurut Sudi Silalahi, kepala negara mengapresiasi niat baik TNI tersebut.

"Apa yang dilakukan, sejumlah kebijakan-kebijakan beliau, untuk memajukan TNI itu memang benar adanya. Tapi, sekali lagi, tidak diperlukan penghargaan seperti itu karena itu merupakan kewajiban seorang Presiden," jelasnya.

Siapapun yang menjadi presiden, lanjut Sudi, berkewajiban untuk memperkuat pertahanan TNI. "Jadi, semua yang dilakukan Presiden SBY saat ini dilakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan apapun," pungkas Sudi.

Dalam sejarah TNI, ada tiga tokoh yang mendapat gelar Jenderal Besar, berbintang lima. Mereka adalah Presiden ke-2 RI Soeharto, AH Nasution dan Sudirman. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA