KRISIS KONSTITUSI

Di Hadapan SBY, Yusril Minta Peran MPR Difungsikan Lagi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 24 Desember 2013, 17:45 WIB
Di Hadapan SBY, Yusril Minta Peran MPR Difungsikan Lagi
sby-yusril/presiden ri
rmol news logo Pertemuan Presiden SBY dengan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra adalah mendiskusikan soal tata negara dan konstitusi, terutama peran Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

"Saya merasa pertemuan ini sangat akrab, bersahabat, dan mudah-mudahan membawa kebaikan pada kami yang bertemu serta bangsa dan negara kita ke depan," kata Yusril dalam keterangan pers seusai pertemuan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/12).

Menurut mantan Menteri Sekretaris Negara dan mantan Menteri Hukum dan HAM ini, dalam pertemuan tadi keduanya saling bertukar pikiran mengenai krisis konstitusi serta Undang Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba).

UU Minerba No. 4/2009 mengenai pelarangan ekspor barang mineral mentah yang akan dilaksanakan pada 12 Januari 2014 menimbulkan gejolak di masyarakat, khususnya perusahaan-perusahaan tambang. Menurut Yusril, SBY meminta bantuannya untuk mengkaji masalah ini dan menyampaikannya pada instasi terkait.

"Bagaimana melunakkan dan melonggarkan aturan itu sehingga tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi negara kita. Waktu sudah sangat dekat 12 Januari 2014, saya menyanggupi apa yang Pak Presiden kemukakan," Yusril menjelaskan.

Masih kata Yusril seperti dilansir dari situs resmi presidenri.go.id, SBY juga memintanya mengenai apa yang harus dilakukan jika terjadi krisis konstitusi. Ia berpendapat bahwa sebaiknya MPR difungsikan lagi sebagai lembaga tinggi negara jika terjadi krisis konstitusi.

"Ini masalah-masalah yang terkait eksistensi negara kita, coba Pak Yusril pikirkan bagaimana ke depannya," ujar Yusril menyampaikan pesan Kepala Negara.

Jurubicara Presiden Julian Aldrin Pasha yang menemani Yusril memberikan keterangan pers, membenarkan keterangan Yusril. Baik Presiden SBY maupun Yusril saling bertukar pikiran mengenai masalah tata negara dan konstitusi. Presiden SBY, kata Julian, mendengarkan masukan dari perspektif hukum dari Yusril untuk melihat beberapa hal.

"Soal UU Minerba dan krisis konstitusi memang menjadi perhatian pemerintah. Yang terpenting tentang krisis konstitusi itu, bagaimana peran MPR pada tahun politik 2014," tandas Julian.

Sebelumnya menerima Yusril Ihza Mahendra, SBY terlebih dahulu menerima Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pada kedua pertemuan tersebut, Presiden SBY hanya didampingi Mensesneg Sudi Silalahi. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA