Untuk menyuarakan itu, sejumlah tokoh Indonesia Timur (rohaniwan, aktivis, mahasiswa) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Maluku (Formama), LIM (Legal Institute for Moluccas), FMM-J (Front Mahasiswa Maluku Jakarta), LKM-PM (Lembaga Kajian Mahasiswa - Pemuda Maluku) akan menggelar jumpa pers di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakpus, besok siang (Kamis, 12/12).
Selain meminta Ruhut Sitompul meminta maaf, seperti dalam pesat elektronik yang diterima redaksi, dalam jumpa pers nanti, juga akan menyerukan untuk menolak memilih partai rasis pada Pemilu 2014.
"Tokoh Indonesia Timur akan menyerukan pada seluruh elemen bangsa untuk tolak memilih partai Demokrat pada pemilu 2014. Dan tolak memilih Demokrat di Indonesia Timur," tulis pesan itu.
Sebelumnya Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens merasa terhina oleh Ruhut Sitompul saat acara diskusi membahas mengenai kasus korupsi Hambalang dan Bu Pur di televisi nasional. Saat itu Boni kebagian untuk menjelaskan perkara tersebut. Akan tetapi, Ruhut Sitompul tiba-tiba emosi dan kehilangan kontrol saat dirinya dimintai tanggapan soal kasus Hambalang dan Bu Pur. Ruhut menyebut Boni adalah orang kulit hitam yang harus dilawan.
Bahkan, kata Boni, Ruhut marah dan lost control, Ruhut bilang lumpur Lapindo warnanya hitam, Boni Hargens juga hitam, jadi orang hitam harus dilawan.
Atas sikap Ruhut Sitompul tersebut, Boni Hargens sudah mengambil langkah hukum. Boni mengadukan anggota Komisi III DPR itu ke Polda Metro Jaya, Badan Kehormatan DPR dan Komnas HAM.
[rus]
BERITA TERKAIT: