Persoalan muncul karena mantan Gubernur Sumatera Selatan itu pernah tinggal di LP Cipinang, divonis Pengadilan Tipikor terbukti korupsi proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-Api.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan masuknya eks napi korupsi dalam tubuh partai tak hanya merusak proses kaderisasi, tapi juga merusak penguatan demokrasi itu sendiri. Yang pasti ini menguatkan penilaian publik bahwa partai merupakan rumah politik, dimana para koruptor nyaman berdiam.
"Persoalan pemberantasan korupsi adalah persoalan membersihkan mesin produksinya. Dan mesin produksi terbesar para koruptor itu adalah partai politik," kata Ray kepada wartawan di Jakarta, Minggu (3/11)
Direktur Political Communication Institute, Heri Budianto, mengatakan jika benar Nasdem mengangkat Syahrial Oesman maka hal itu menunjukan rekrutmen kader Partai Nasdem buruk. Kasus ini juga menggambarkan, parpol tidak mau mengkader orang dari nol atau dari bawah.
"Tapi hanya menerima calon jadi dan sudah punya nama di publik, bekas pejabat, dan punya uang. Aspek aspek kapasitas, kompetensi, kapabilitas dan integritas tidak dihiraukan," kata Heri
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Syahrial akan dilantik sebagai Ketua Nasdem Sumsel berbarengan dengan pembekalan caleg di provinsi tersebut pada 4 November 2013.
BERITA TERKAIT: