Berkembang informasi kelompok Sofjan Wanandi yang menargetkan JK untuk bisa berduet dengan Megawati atau Jokowi pada pilpres 2014. Untuk menggolkan target tersebut, Sofjan yang bos Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bekerja tidak sendirian. Marie Elka Pangestu dari CSIS yang kini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ikut bekerja bersamanya.
Kabarnya, kubu Sofjan-Mari Pangestu diam-diam menyiapkan dana bagi duet Megawati-JK atau Jokowi-JK Rp 2 triliun. Megawati atau Jokowi bakal "klepek-klepek dan terpesona" dengan dana sebesar itu. Duet Mega-JK atau Jokowi-JK pun mereka yakini bakal diusung PDIP.
Tentu semua maklum dan mahfum bahwa tak ada makan siang gratis dalam mengajukan capres-cawapres. Kalau manuver tersebut benar adanya, maka keyakinan bahwa akan ada cukong atau bandar pemodal kakap di balik pencapresan Jokowi dari PDIP, juga jadi benar adanya.
Pertanyaannya, kenapa harus JK? Popularitas JK dianggap cocok untuk mendampingi Mega atau Jokowi, ketimbang menduetkan keduanya dengan Aburizal Bakrie atau capres lainnya.
Redaksi masih berusaha mengkonfirmasi ihwal manuver ini kepada Sofjan Wanandi dan Mari Elka.
[dem]
BERITA TERKAIT: