Dalam aksi damai
ini, mereka membentangkan berbagai macam spanduk yang bertuliskan
penolakan terhadap salah satu calon komisioner KPU Kabupaten Tapanuli
Tengah Syukriansah Sihotang.
"Kami meminta kepada KPU Pusat untuk
tidak meloloskan saudara Syukriansah Sihotang karena terbebani track
record buruk selama menjadi anggota Panwaslu Tapanuli tengah," ujar
koordinator AMM Supriadi Djae kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu
(Jumat, 11/10).
Kata dia, Syukriansyah telah melanggar etika
independensi dan nilai-nilai kejujuran selama menjadi anggota Panwaslu.
Pasalnya, Syukriansyah diduga telah memihak kepada salah satu calon saat
Pemilihan Bupati pada tahun 2011.
"Itu (keberpihakan) bisa
dilihat dalam kesaksiannya yang memihak saat sengketa di MK. Kesaksian
itu akhirnya juga ditolak oleh MK," sambung pria yang akrab disapa Sudja
itu.
Penolakan ini juga dilakukan lantaran saudara kandung
Syukriansyah juga maju sebagai calon legislatif (caleg) di daerah
pemilihan (Dapil) Tapteng. Dikhawatirkan, jika ia tetap diloloskan KPU
maka KPU Tapteng berpotensi tidak independen.
"Jika tetap
diloloskan bisa mengakibatkan rusaknya independensi KPUD pada proses
pemilu. Kepercayaan terhadap KPU hilang dan pada akirnya memicu tindak
kekerasan," tambah Sudja, yang juga merupakan ketua dari salah satu
lembaga ortom Muhammadiyah itu.
"Sekali lagi, aksi ini adalah
bentuk kepedulian AMM terhadap pemilu bersih dan bermartabat. Juga
untuk menjaga nama baik KPU," demikian Sudja.
[ysa]
BERITA TERKAIT: