SBY Minta Para Menteri Tidak Tanggapi Isu Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 01 Oktober 2013, 17:19 WIB
SBY Minta Para Menteri Tidak Tanggapi Isu Politik
sby/net
rmol news logo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para menteri dan jajaran kabinetnya untuk tidak terlalu menanggapi isu-isu politik yang berkembang.

Permintaan ini disampaikan SBY pada saat memberi pengantar sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/10). Sebut Kepala Negara ini, ada memang peduli pada ekonomi. Tapi juga ada yang tidak murni ekonomi karena dibawa ke arena politik.

"Maklum tahun depan sudah ada pemilihan umum, pemilihan presiden. Saya menginstruksikan kepada saudara tidak perlu harus terlalu menanggapi isu-isu politik itu, fokus saja kita mengatasi masalah ini, fokus saja kita membangun perekonomian" ujar SBY.

SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini meminta para menteri untuk mencegah timbulnya anggapan pemerintah SBY tidak berhasil.

"Kita cegah dan kita buktikan tidak seperti itu. dengan cara kita bekerja all out, bekerja penuh, dan Insya Allah hasilnya akan baik," pintanya.

Seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI (setkab.go.id), SBY kemudian mengatakan bahwa dia akan menjelaskan sendiri kepada seluruh rakyat Indonesia tentang keberhasilan pemerintah.

"Nanti kalau memang politiknya begitu, melebihi kewajaran, saya akan menjelaskan kepada rakyat Indonesia duduk perkara dan situasi sesungguhnya. Sebutlah pangan. Pangan itu di negeri kita ada yang surplus. Itulah yang kita ekspor. Ada yang pas-pasan dalam arti tidak kurang tapi cukup untuk kebutuhan dalam negeri," katanya.

Lebih lanjut Presiden meminta masyarakat untuk memahami kekurangan pemerintah. "Yang kurang ini dari dulu juga kurang, atau sebetulnya karena pergerakan harga di tingkat dunia maka kelihatannya menjadi lebih mahal. Semuanya bisa dijelaskan. Everything is explainable. Tapi biarlah itu nanti saja," katanya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA