"Bila PDIP atau Koalisi PDIP memutuskan pencapresan Jokowi yang trend elektabilitasnya terus menanjak, diprediksi, Muhammad Prananda Prabowo atau Puan Maharani atau akan diusung sebagai Cawapres," kata Direktur Seven Strategic Studies (7SS), Mulyana W Kusumah, dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (20/9).
PDIP yang berkembang di bawah kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri diyakini tidak akan meninggalkan kaitan historisnya dengan Bung Karno. Hal ini akan menjadi faktor utama penentuan bakal capres/cawapres yang diusung PDIP.
Selain menduetkan Jokowi dengan Prananda atau Puan, terbuka pula kemungkinan Megawati Soekarnoputri sebagai capres dan Jokowi sebagai cawapres PDIP.
Menurut Mulyana, jika Jokowi ditetapkan sebagai capres PDIP atau koalisi PDIP, sangat tipis kemungkinan tokoh nasional lain di luar trah Bung Karno, apalagi yang bukan dari internal PDIP, untuk menjadi cawapres sebagaimana yang banyak dispekulasikan akhir-akhir ini.
"PDIP tak akan sebesar sekarang tanpa peranan Bu Mega dan Alm Taufiq Kiemas, pasangan putri dan menantu Bung Karno. Sekarang Puan menjadi Ketua Fraksi PDIP, sedangkan Prananda dikenal luas sebagai konseptor PDIP dan penjaga kesinambungan ideologis Bung Karno," kata pengamat politik dari FISIP Universitas Indonesia (UI) itu.
Mulyana mengakui, trah Soekarno adalah juga sebagai pemersatu di PDIP. Hal yang sama juga terjadi dalam tubuh Partai Kongres di India, bagaimana keluarga Gandhi menjadi sentral pemersatu. Ini fakta sejarah yang tak bisa dielakkan.
[dem]
BERITA TERKAIT: