"Sungguh pun tidak mudah bagi Partai Demokrat meraih suara yang mendekati atau tidak jauh dari persyaratan Presidential Threshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara pemilu legislatif, namun pasangan capres/cawapres yang diusung oleh koalisi Partai Demokrat akan menjadi pesaing tangguh bagi pasangan kandidat capres/cawapres dari koalisi partai politik manapun," kata Direktur Seven Strategic Studies (7SS), Mulyana W Kusumah
kepada
Rakyat Merdeka Online, kemarin.
Sejauh ini sudah lebih dari 32 tokoh nasional yang diwacanakan atau sudah mewacanakan diri akan maju baik sebagai capres/cawapres namun untuk bisa masuk ke area kontestasi pilpres tetap ditentukan oleh dukungan elektoral parpol, atau gabungan parpol peserta pemilu. Dengan demikian, menurut Mulyana, maksimal hanya ada empat pasangan capres/cawapres yang akan berkompetisi dalam Pilpres 2014.
Menurut mantan Komisioner KPU pusat ini, tingkat elektabilitas bakal capres/cawapres akan bergerak dinamis dalam enam bulan ke depan. Demikian pula halnya dengan elektabilitas para tokoh nasional peserta Konvensi Partai Demokrat. Elektabilitas tokoh peserta Konvensi Partai Demokrat yang memiliki kapasitas dan eligibilitas (kelayakan) yang tinggi, seperti antara lain Jenderal TNI ( Purn ) Pramono Edhie Wibowo dan Dahlan Iskan, akan cenderung menunjukkan peningkatan mendekati saat pemilu legislatif.
"Para pengambil keputusan strategis di pusat kekuasaan parpol-parpol peserta pemilu tentu cerdas untuk tidak mengunderestimate hasil Konvensi Partai Demokrat, dan perlu mengantipasi kemungkinan-kemungkinan hasil pemilu legislatif yang dicapai serta prospek bakal capres/cawapres Partai Demokrat," demikian Mulyana.
[dem]
BERITA TERKAIT: