PPI Jerman: Tinjau Ulang Pencalonan Foke Sebagai Dubes!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 17 September 2013, 17:02 WIB
PPI Jerman: Tinjau Ulang Pencalonan Foke Sebagai Dubes<i>!</i>
fauzi bowo/net
‪rmol news logo Gelombang penolakan terhadap pencalonan Fauzi Bowo menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman terus mengalir. Kali ini giliran Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se Jerman yang menyampaikannya.

"Kami menilai Fauzi Bowo tidak memenuhi kriteria yang tepat dan layak untuk mengemban tugas sebagai duta besar," begitu pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua PPI Jerman, Hartono Sugih Wonny dan Sekjen N. R. Utami, melalui pesan elektroniknya, Selasa (17/9).

Ada sejumlah pertimbangan kenapa PPI Jerman menolak pencalonan Fauzi Bowo. Menurut mereka Fauzi Bowo melakukan kampanye hitam dan terselubung terhadap salah satu pesaingnya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta  2012  dengan menggunakan isu-isu SARA. Tindakan ini jelas-jelas bertentangan dengan asas Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi pedoman dasar bangsa Indonesia, selain juga bertentangan dengan Artikel 3 butir A / "Representing": Fungsi Misi Diplomatik, Vienna Convention on Diplomatic Relations, 1961.

Selain itu, Fauzi Bowo juga telah gagal memberikan perlindungan dan rasa aman bagi warga Jakarta saat mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012. Berdasarkan hal ini, bagaimana kemampuan dia bisa memberikan perlindungan dan rasa aman terhadap WNI di Jerman tentu diragukan. Padahal tanggung jawab ini disebut dalam Artikel 3 butir B / "Protecting": Fungsi Misi Diplomatik, Vienna Convention on Diplomatic Relations, 1961.

Pertimbangan lainnya, melalui program Jakarta-Berlin Sister City, Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, memiliki kesempatan besar untuk menggunakan pengetahuannya mengenai Jerman untuk dapat memaksimalkan  hubungan tersebut dan  berkontribusi dalam peningkatan pembangunan di DKI Jakarta. Namun selama program ini berlangsung, tidak ada hasil signifikan yang dapat dimanfaatkan dari hubungan tersebut untuk kemajuan pembangunan di DKI Jakarta.

Jabatan Duta Besar sebagai perwakilan resmi negara Indonesia memainkan peranan yang penting dan strategis untuk meningkatkan hubungan kerjasama Indonesia dengan negara sahabat. Tugas yang penting dan strategis ini hendaknya diberikan kepada figur yang betul-betul kompeten dalam bidang diplomasi, serta memiliki dedikasi yang tinggi dalam melayani dan melindungi masyarakat.

"Kami lelah melihat posisi penting ini sering kali menjadi komoditas politik dari para pemangku kebijakan. Kami berpendapat bahwa bukan tugas seorang Presiden RI untuk mencarikan pekerjaan bagi seseorang yang telah kehilangan kepercayaan di kota yang pernah dipimpinnya," begitu pertimbangan lain PPI se Jerman dalam pernyataan sikapnya.

PPI se Jerman yang meliputi segenap PPI Cabang dan PPI Pusat di Jerman menyampaikan penolakan Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, itu kepada kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Luar Negeri R.M. Marty M. Natalegawa, Ketua DPR RI Marzuki Alie dan Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq.

"Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman menuntut agar pihak-pihak yang telah kami sebutkan di atas mempertimbangkan kembali pencalonan Dr. Ing. Fauzi Bowo sebagai Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman," begitu pernyataan PPI se Jerman.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA