"Dengan segala hormat, saya mengucapkan terimakasih. Ini tidak saya duga-duga," kata Isran dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Jumat (13/9).
Isran menyadari untuk bisa maju pada Pilpres harus menggunakan partai politik. Untuk itu dia akan meminta dukungan dari para bupati dan walikota, terutama yang menjadi pengurus partai, untuk bisa menyampaikan aspirasi pencapresan dirinya kepada para pimpinan partai.
"Kita komunikasikan dengan pimpinan partai politiknya. Kita punya pak Rahmat Yasin (Bupati Bogor/DPW PPP Jabar), punya pak Fauzi Bahar (Walikota Padang/DPD PAN Padang), dan ada lagi yang lain. Bagi saya, tidak ada yang tidak siap. Tapi jangan seolah-olah ini saya kecewa, saya sakit hati, karena tidak ikut konvensi, karena nama saya dicoret, sama sekali tidak, demi Allah saya tidak pernah kecewa karena itu," tukasnya.
Pengamat Politik Bachtiar Aly yang hadir di Rakornas meyakini pengusungan Isran Noor tidak akan mengganggu dirinya sebagai kader Partai Demokrat. Sebab, dengan nantinya ada partai lain yang akan mengusung, berarti partai tersebut berhasil melakukan kaderisasi.
"Saya kira tidak akan mengganggu ya, dengan pak Isran tampil seharusnya bangga dong ada kadernya yang jadi capres partai lain," tuturnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: