"Dan ini juga membuktikan rangkaian inspeksi mendadak (sidak) Wamenkumham Denny Indrayana ke sejumlah LP selama ini tak lebih dari show yang jelas-jelas tidak menyelesaikan persoalan," kata anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Jumat, 12/7).
Dari data yang bisa dipelajari, Bambang mencatat, potensi rusuh atau perlawanan warga binaan di LP Tanjung Gusta sesungguhnya sudah terlihat begitu nyata. Sebab, LP itu dihuni 2.660 narapidana dan tahanan, padahal kapasitas tampungnya hanya 1.054 narapidana.
"Jelas bahwa Wamenkumham sama tidak peduli pada potensi perlawanan warga binaan di LP Tanjung Gusta. Padahal, orang bodoh sekali pun paham dan sadar bahwa penampungan yang melebihi kapasitas selalu mengandung risiko alias bom waktu Dan, bom waktu di LP Tanjung Gusta sudah meledak," tegas Bambang
Bambang mengingatkan bahwa kesalahan tidak bisa sepenuhnya dituduhkan pada petugas LP Tanjung Gusta. Sebab manajemen LP hanya dipersiapkan untuk mengawasi dan melayani 1.054 Napi, bukan 2.660 Napi dan tahananan.
Bambang pun yakin, manajemen LP Tanjung Gusta sudah mengeluhkan masalah ini, tetapi tidak ditanggapi Kemenkumham. Padahal mengawasi dan melayani lebih dari 2.500 Napi dan tahanan bukanlah pekerjaan sederhana. Apalagi, beberapa di antaranya berstatus Napi teroris.
"Pertanyaan saya, apa saja hasil Sidak Wamenkumham Denny Indrayana ke sejumlah LP selama ini? Kalau rangkaian Sidak Denny itu produktif, kelebihan kapasitas di LP Tanjung Gusta mestinya sudah dibenahi sehingga perlawanan warga binaan LP tidak terjadi," demikian Bambang.
[wid]
BERITA TERKAIT: