Menurut dia, hal itu muncul akibat kekhawatiran.
"Saya tahu kalau Anas ikut konvensi banyak pihak khawatir dan galau," kata Rahmat kepada
Rakyat Merdeka Online, Jumat (7/6).
Menurut orang dekat Anas ini, para pengurus partai tahu Anas yang bekas ketua umum punya akar yang kuat di daerah. Sehingga, perlu ada usaha untuk memotongnya.
"Tetapi kalau Demokrat ksatria dan benar-benar ingin konvensi terbuka, maka keikutsertaan dan kemenangan Anas di konvensi harus bisa diterima sebagai kenyataan politik," pungkas Rahmat.
Sebelumnya, pengurus pusat Partai Demokrat menyatakan Anas tidak boleh ikut konvensi karena terganjal pakta integritas. Anas kini berstatus tersangka kasus Hambalang.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: