Mahasiswa mendesak masuk ke kantor pusat PT BDM guna menyampaikan tuntutan agar perusahaan pertambangan itu ditutup karena telah merusak lingkungan di Morowali, Sulawesi Selatan. Parahnya lagi, keberadaan PT BDM juga memberi pengaruh buruk bagi masyarakat karena karyawannya sering berperilaku seks bebas.
"Keberadaan PT BDM di Morowali justru membuat kehidupan masyarakat yang tadinya aman dan tenteram jadi berantakan. Mereka menyebarkan budaya maksiat, melanggar norma adat dan budaya setempat, serta merusak lingkungan alam yang menjadi sumber kehidupan rakyat," jelas M. Fajar, koordinator aksi KMPA, Kamis (25/4).
Mahasiswa juga menuding PT BDM telah melanggar undang-undang dan ketentuan yang berlaku di Indonesia dalam menjalankan usahanya selama ini di Morowali.
"Kami punya bukti kegiatan PT BDM di Morowali adalah ilegal dan melanggar ketentuan perundangan. Untuk itu, sebagai generasi muda Morowali, kami menuntut agar PT BDM pergi dari bumi Morowali sekarang juga," tegas Fajar.
Sementara, akibat bentrokan dengan pihak keamanan, tiga mahasiswa mengalami luka pecah bibir.
Dengan diiringi hujan lebat, puluhan mahasiswa yang sebelumnya bertahan dan berupaya menembus blokade aparat keamanan akhirnya membubarkan diri secara tertib.
[dem]
BERITA TERKAIT: