"Marzuki loyal kepada Cikeas," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, kepada
Rakyat Merdeka Online, kemarin.
Selain Marzuki, ada beberapa nama yang layak menjadi ketua umum Demokrat pengganti Anas. Mereka antara lain Syarief Hasan, EE Mangindaan dan Jero Wacik. Namun, kata Bonie, peluang mereka dipilih SBY kalah besar dibanding Marzuki. SBY akan pilih figur yang didukung DPD dan DPC.
"Marzuki punya potensi ini," jelas dia.
Boni memperkirakan, ketua umum Partai Demokrat yang baru akan terpilih secara aklamasi. Pemilihan tidak dilakukan secara demokratis sebagaimana terjadi dalam kongres Demokrat di Bandung, Mei 2010. Belajar dari kongres di Bandung, SBY kini berusaha tak lagi kecolongan dengan munculnya "orang asing" sebagai ketua umum.
"Majelis tinggi sudah memutuskan siapa ketua umum partai sebelum kongres luar biasa digelar. Nama itu dipaksakan untuk dimusyawarahkan, dipilih secara aklamasi. Artinya, mufakat yang dimusyawarahkan," demikian Boni.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: